Ketenagalistrikan

Sistem kelistrikan di Provinsi Banten merupakan bagian dari sistem interkoneksi tenaga listrik Jawa-Madura-Bali. Sistem ini merupakan interkoneksi jaringan tegangan ekstra tinggi 500 KV, yang membentang sepanjang Jawa-Bali

Kondisi Eksisting Ketenagalistrikan di Provinsi Banten

Kebutuhan listrik di Propinsi Banten dipenuhi dari pembangkit listrik di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali, pembangkit captive, serta pembangkit-pembangkit isolated dalam jumlah yang kecil.

PLTU Suralaya yang terletak di Suralaya, Kota Cilegon, Propinsi Banten merupakan pembangkit, yang terhubung dalam sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali (JAMALI) melalui transmisi SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) 500 Kv. PLTU Suralaya merupakan pembangkit berbahan bakar batubara terbesar di Indonesia yang mempunyai total kapasitas 3.400 MW. PLTU Suralaya memasok energi listrik ke Propinsi Banten sekitar 25% dari keseluruhan energi listrik di sistem interkoneksi Jawa-Madura-Bali.

PLTGU Cilegon yang berlokasi di Bojonegara, Kabupaten Serang, dengan daya 750 MW, juga merupakan salah satu pembangkit besar di Provinsi Banten yang terhubung dengan sistem interkoneksi JAMALI.

Di Cilegon terdapat pembangkit listrik milik Krakatau Steel yaitu Krakatau Daya Listrik (KDL) mempunyai kapasitas pembangkit 400 MW (5 x 80 MW) untuk mensuplai energi listrik ke Krakatau Steel dan setiap malam sisa kebutuhan untuk Krakatau Stell diekspor/dijual ke PLN sebesar 80 – 100 MW (masuk sistem JAMALI).

Total kapasitas terpasang pembangkit listrik yang berada di Propinsi Banten saat ini yaitu sekitar 4.200 MW atau 4.2 GW (3.400 MW PLTU Suralaya, 750 MW PLTGU Cilegon, dan 80-100 MW PLTU KDL).

Rencana Pembangunan PLTU Baru

Di Banten akan dibangun 3 buah PLTU baru yaitu perluasan PLTU Suralaya dengan kapasitas sebesar 600 MW, PLTU Labuan dengan kapasitas 600 MW (2×300 MW),dan PLTU Teluk Naga dengan kapasitas 900 MW (3×300 MW). PLTU ini diharapkan sudah akan beroperasi tahun 2009.

Captive Power

Untuk mencegah kegagalan dalam proses produksi, sebagian industri membangun pembangkit listrik untuk kepentingan sendiri dan dipakai sendiri (captive power).

Kapasitas total pembangkit captive di Kab. Lebak, Kab. Serang, Kab. Tangerang, dan Kota Tangerang adalah sebesar 2.330 MW. Penyaluran tenaga listrik dari sistem JAMALI menggunakan transmisi SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) 150 Kv dan 70 Kv, serta GI (gardu Induk) 150 Kv dan 70 Kv.

Di Serang Cilegon dan sekitarnya terdapat sekitar 17 GI yang menyalurkan tenaga listrik ke industri, masyarakat dan perkantoran

Proyeksi Kebutuhan Ketenagalistrikan

Pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik berkorelasi dengan pertumbuhan makro ekonomi. Dengan mengasumsikan pertumbuhan PDRB Provinsi Banten sebesar 6%, mulai tahun 2006 sampai tahun 2020 tumbuh rata-rata 5% per-tahun, serta pertumbuhan penduduk rata-rata 2,3% per-tahun,  kebutuhan tenaga listrik netto di propinsi Banten tahun 2020 diperkirakan hampir mencapai 30 TWh atau sama dengan total kebutuhan daya sebesar 6.000 MW ( 6 GW).

Pertumbuhan kebutuhan tenaga listrik ini sudah memperhitungkan kebutuhan tenaga listrik dari pelabuhan Bojonegara sekitar 10-15 MW dan Kebutuhan tenaga listrik untuk KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Bojonegara sekitar 400 MW dengan mengasumsikan kebutuhan tenaga listrik ke KEK Bojonegara sebesar pasokan listrik ke Kawasan Industri Krakatau Steel yaitu sebesar 400 MW.

Kebutuhan tenaga listrik terbesar di Propinsi Banten diperkirakan masih didominasi oleh sektor industri, dengan pangsa sekitar 65%. Kebutuhan tenaga listrik di sektor rumah tangga menempati posisi kedua dengan pangsa kebutuhan sekitar 25%.

Berdasarkan hasil RUKD Provinsi Banten, yaitu dengan mengasumsikan kenaikan sekitar 6% pertahun kebutuhan kapasitas untuk memasok tenaga listrik di Propinsi Banten pada tahun 2010 sekitar 3.000 MW atau 3 GW dan pada tahun 2020 hampir dua kalinya yaitu mencapai sekitar 6.000 MW atau 6 GW

Total kapasitas terpasang pembangkit listrik yang berada di Propinsi Banten saat ini yaitu sekitar 4.200 MW, ditambah dengan kapasitas terpasang pada PLTU baru (PLTU Suralaya 600 MW, PLTU Labuan 600 MW,dan PLTU Teluk Naga 900 MW) yang sudah akan beroperasi tahun 2009, maka pada tahun 2010 total kapasitas terpasang pembangkit listrik yang berada di Provinsi Banten akan menjadi 6.300 MW atau 6.3 GW.

Jadi kebutuhan tenaga listrik di Provinsi Banten, termasuk untuk pasokan listrik ke KEK Bojonegara sekitar 400 MW (kalau industrinya sudah siap), minimal sampai tahun 2010 masih aman.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s